DJ
itu tinggi.
Tubuh
DJ kecil, mungil.
Kedipan
mata DJ sama dengan ayunan tongkat peri.
Sungguh,
jatuh dihadapannya aku tak malu.
Ketika
DJ mengenakan kaos hitam di malam hari,
Kumelihat
apa yang tak mungkin aku hindari.
Kulihat.
Kusuka.
DJ
punya hati yang murni, yang mapu melihat kebaikanku.
Lebih
daripada dia melihat otak kotorku.
Ya
Tuhan! Mengagumi DJ, aku merasa berdosa.
Aku
seperti dikejar-kejar imajinasiku sendiri.
Aku
tidak mau, aku tidak tega.
Oh
Tuhan lindungilah DJ dari padaku!
DJ
itu baik, oh benar DJ itu perempuan baik-baik.
Aku
berdosa memang.
Jangan
sampai aku jatuh cinta padanya.
Wajahnya,
suaranya, kata-katanya, tubuhnya, semua terngiang-ngiang
DJ
melekat didalam benak, aku tersiksa didalam keresahan.
Aku
lemah, memang lelaki lemah!
Aku
takut menyentuhmu, aku takut menodai keindahan yang nyata.
DJ
oh DJ!
Menjauhlah dariku, lindungi dirimu dari kekagumanku!
 |
| rdj |