Senyumnya
itu menghiasiku,
aku
memandanginya tanpa henti.
Suatu
saat nanti aku ingin memilikinya,
semua
yang melekat di tubuhnya.
Senyumnya
itu menamparku,
aku
terkapar dibuatnya.
Suatu
saat aku ingin mencumbunya,
meskipun
dalam imaji.
Senyum
itu bergelanjut di lintas imaji,
bertaburan
dalam ruang pikiran.
Membuatku
jatuh tersungkur ke tanah,
tak
mampu membuat kembali berdiri.
No comments:
Post a Comment